Senin, 03 September 2012


Metagenesis  Pada Hewan .








 
A. Pada metagenesis ubur - ubur (Aurelia aurita) terdapat 2 fase, yaitu fase seksual dan fase aseksual. Fase ubur - ubur berbentuk medusa akan melakukan metagenesisi secara eksual, sedangkan fase ubur - ubur berbentuk polip akan melakukan metagenesisi secara eksual

Medusa disebut fase seksual karena ubur – ubur melakukan reproduksi secara generarif (melibatkan induk jantan dan betina) pada saat menjadi ubur – ubur dewasa yang berbentuk MEDUSA. Ubur – ubur dewasa ini membentu sel gamet (ovum dan sperma). Sperma dihasilkan oleh testis dan ovum dihasilkan oleh ovarium.. Testis biasanya terbentuk di dekat tentakel, sedangkan ovarium terbentuk d dekat kaki. Sperma yang telah matang dikeluarkan di dalam air kemudian berenang hingga mencapai ovum dan menghasilkan zigot. Zigot berkembang menjadi planula dan akan melekat pada dasar lautan untuk tumbuh menjadi individu baru (skifistoma)


Polip di sebut fase aseksual karena ubur – ubur (aurelia aurita) melakukan reproduksi secara vegetatif (melibatkan satu induk saja) pada saat menjadi skifistoma yang berbentuk POLIP. Reproduksi aseksual dilakukan dengan jalan membentuk kuncup yang tumbuh di dekat kaki yang semakin lama semakin besar dan membentuk tentakel. Tubuh anak hewan ini tetap melekat pada induknya hingga induk membentuk kuncup yang lain sehingga akan terbentuk koloni (strobilla). Setelah beberapa waktu, anak akan memisah dari induknya dan membentuk efira (ubur – ubur muda).

Untuk mempermudah pemahaman di atas, berikut ini daur hidup / metagenesis ubur – ubur mulai dari fertilisasi sampai menjadi ubur - ubur dewasa :

Ubur2 dewasa – zigot – planula (larva bersilia) – skifistoma – strobilla – efira (ubur2 muda) – ubur2 dewasa.


B .
b)  Daur Hidup Obelia sp.
Obelia merupakan salah satu hewan jenis coelenterate dari kelas Hydrozoa. Hewan – hewan jenis coelenterate memiliki dua fase dalam hidupnya, yaitu fase seksual dalam bentuk medusa dan fase aseksual dalam bentuk polip. Berikut ini penjelasanya :
Medusa disebut fase seksual karena obelia melakukan reproduksi secara generarif (melibatkan induk jantan dan betina) pada saat menjadi obelia dewasa yang berbentuk MEDUSA. Obelia dewasa ini membentuk sel gamet (ovum dan sperma). Sperma dihasilkan oleh testis dan ovum dihasilkan oleh ovarium. Testis biasanya terbentuk di dekat tentakel, sedangkan ovarium terbentuk di dekat kaki. Sperma yang telah matang dikeluarkan di dalam air kemudian berenang hingga mencapai ovum dan menghasilkan zigot. Zigot berkembang menjadi planula dan akan melekat pada dasar lautan untuk tumbuh menjadi individu baru (skifistoma)
Polip disebut fase aseksual karena obelia melakukan reproduksi secara vegetatif (melibatkan satu induk saja) pada saat menjadi skifistoma yang berbentuk POLIP. Reproduksi aseksual dilakukan dengan jalan membentuk kuncup yang tumbuh di dekat kaki yang semakin lama semakin besar dan membentuk tentakel. Tubuh anak hewan ini tetap melekat pada induknya hingga induk membentuk kuncup yang lain sehingga akan terbentuk koloni (strobilla). Setelah beberapa waktu, anak akan memisah dari induknya dan membentuk efira (obelia muda).
Untuk mempermudah pemahaman di atas, berikut ini daur hidup obelia :
Obelia dewasa – zigot – planula (larva bersilia) – skifistoma – strobilla – efira (obelia muda) – Obelia dewasa




Metagenesis  Pada Hewan .
 










Semoga Dapat Membantu :D





Sumber A
Sumber B














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar